Page 10 - InsideTax Edisi 14th (Menggali Ke(tidak)patuhan Pajak)
P. 10

insideheadline



            kelompok. 30                       pendekatan-pendekatan    tersebut       kekuatan untuk menegakkan
               Pendekatan  yang  mirip  dengan   ke dalam sebuah model bernama         hukum    (misalnya   dengan
            pendekatan norma sosial adalah  slippery slope framework. Dalam            meningkatkan   risiko  audit
            horizontal    reciprocity    yang  kerangka tersebut, seseorang akan       dan menambah sanksi), maka
            menyatakan     bahwa      terdapat  cenderung  patuh   jika  terdapat      enforced compliance tinggi.
            hubungan    timbal  balik  antara  suatu kepercayaan  (trust) terhadap   •  Voluntary  compliance  akan
            perilaku seorang Wajib Pajak  dengan  otoritas pajak ataupun juga kekuatan   tinggi jika kepercayaan Wajib
            Wajib Pajak lainnya. Bordignon  (power) dari otoritas untuk mengatur       Pajak  terhadap pemerintah
            berpendapat  bahwa  setiap  Wajib  dan     mencegah      penggelapan       tinggi (misalnya karena Wajib
            Pajak  akan menentukan  tingkat    pajak. 33  Secara  singkat  dapat       Pajak   percaya  pemerintah
            kepatuhan yang akan dia lakukan    dinyatakan bahwa perpaduan antara       telah menjalankan kontrak
            dengan  terlebih  dahulu  bertanya  kepercayaan terhadap  pemerintah       psikologis dengan baik).
            kepada dirinya  sendiri    “Seberapa  dan  law  enforcement  dapat  secara   •  Lengkungan   (slope)  pada
            besar    kontribusi  yang    akan  efektif menurunkan ketidakpatuhan       gambar tersebut dihasilkan
            dibayarkan oleh orang lain?” 31    pajak. 34                               dari berkurangnya  enforced
               Dalam menjelaskan norma sosial,    Model ini digambarkan oleh           compliance maupun voluntary
            terdapat hubungan antara prevalence  grafik tiga dimensi. Ketiga dimensi   compliance.    Kata   “licin”
            (banyaknya jumlah penganut suatu  itu  adalah  power  of  authorities,     (slippery)   dipilih  untuk
            norma) dan strength (seberapa kuat  trust  in  authorities,  dan  kepatuhan   menggambarkan      bahwa
            norma sosial tersebut berada dalam
            diri Wajib Pajak). Setiap orang                 Gambar 2 - Slippery Slope Framework
            memiliki derajat batasan tertentu
            untuk   tetap  mengikuti   sebuah
            norma  sosial,  misalnya  kepatuhan
            membayar pajak. Batasan tersebut
            akan semakin rendah ketika dia
            melihat  semakin  banyak  orang  lain
            yang menggelapkan pajak. 32
               2.3. Mengapa Seseorang
                    Membayar Pajak:
                    Slippery Slope
                    Framework

               Dari   penjelasan  sebelumnya,
            kepatuhan      dalam     persektif
            economics    of  crime   didorong
            oleh  risiko  audit  dan  sanksi  dari
            pemerintah. Dengan kata lain,
            kepatuhan tersebut berkaitan erat
            dengan  kekuatan  pemerintah  dalam
            menegakkan peraturan  (the power
            of  tax  authorities).  Sedangkan  tax                                     tingkat  kepatuhan   mudah
            morale memandang kepatuhan pajak  pajak  (lihat  Gambar  2)  yang  dapat   “terpeleset” ke  tingkat  yang
            sebagai suatu dorongan dari dalam  diinterpretasikan sebagai berikut:      lebih rendah sebagai akibat
            diri  Wajib  Pajak  yang  disebabkan                                       dari interaksi antara enforced
            oleh kepercayaan terhadap otoritas     •  Jika kekuatan dan kepercayaan    compliance   dan   voluntary
            pajak/pemerintah   (trust  to  tax       terhadap   otoritas   pajak       compliance. Dengan demikian
            authorities).                            berada dalam titik minimum,       tingkat kepatuhan yang tinggi
               Kirchler,  Hoelzl,  dan  Whal         kepatuhan pajak akan berada       dapat terjaga selama  kedua
            kemudian mencoba menggabungkan           di titik terendah.                jenis   kepatuhan   tersebut
                                                   •  Jika  otoritas  pajak  memiliki   relatif tinggi.
            30  Menurut Immanuel Kant, sebuah tindakan dapat saja                    •  Pada  saat keduanya  berada
            dijustifikasi sebagai sesuatu yang bersifat etis atau berhubungan   33  Slippery Slope Framework (SSF) pertama kali diajukan dalam   pada  tingkat  biasa  saja
            dengan sesuatu yang bersifat etika selama tindakan tersebut   Erich Kirchler, Erik Hoelzl, dan Ingrid Wahl, “Enforced Versus   (berada di tengah-tengah),
            sesuai dengan perilaku yang disepakati secara umum.  Voluntary Tax Compliance: The Slippery Slope Framework,”   penurunan  kepatuhan
            31  Massimo Bordignon, “A Fairness Approach to Income Tax   Journal of Economic Psychology Vol. 29, Isu 2, (April, 2008),
            Evasion,” Journal of Public Economics Vol. 52(3), (Oktober, 1993),   210–225.  sangat  rentan  terjadi.  Hal
            345-362.                           34  Grant Richardson, “The Relationship Between Culture and Tax   ini dapat dijelaskan sebagai
            32  Gareth D. Myles dan Robin A. Naylor, “A Model of Tax Evasion   Evasion Across Countries: Additional Evidence and Extensions,”   berikut:  ketika  kepercayaan
            with Group Conformity and Social Customs,” European Journal of   Journal of International Accounting, Auditing and Taxation 17,   Wajib  Pajak  terhadap
            Political Economy 12, (1996), 49-66.  (2008),  67-78.
        10   Inside Tax | Edisi 14 | Maret 2013
   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15