Page 14 - InsideTax Edisi 14th (Menggali Ke(tidak)patuhan Pajak)
P. 14

insideheadline
        “


                                               sesuai dengan kaidah keilmuan, tidak   untuk mendeteksi kecurangan, etika
                                               berlebihan, proporsional, dan adil.   dan norma sosial, demokrasi, hingga
                                               Sedangkan  trust di sini mengacu   kepercayaan   terhadap    otoritas
          Pada intinya,                        pada   suatu   kepercayaan   yang  pajak. Pada intinya, kepercayaan
          kepercayaan (trust)                  berangkat dari pemikiran rasional   (trust) maupun kekuatan (power)
                                                                                  merupakan dua hal yang sama-sama
                                               (reason-based trust) di mana rasa
          maupun kekuatan                      percaya tumbuh akibat pelayanan    dibutuhkan.   Namun,    kombinasi
          (power) merupakan                    yang  baik,  keterbukaan,  dan  juga   keduanya harus dipadukan dengan
          dua hal yang sama-                   penilaian tentang seberapa besar   tepat.
                                                                                     Di Indonesia, terdapat beberapa
                                               manfaat uang pajak akan kembali
                            “
          sama dibutuhkan.                     kepada  ketersediaan  barang  publik   faktor yang seyogianya berpengaruh
          Namun, kombinasi                     bagi Wajib Pajak. 49               pada    kemauan    Wajib    Pajak
          keduanya harus                                                          untuk tunduk terhadap regulasi
                                                                                  perpajakan.  Faktor-faktor  tersebut
          dipadukan dengan                     4.  Penutup                        adalah,  namun    tidak  terbatas
          tepat.                                  Pemahaman       atas     motif  pada: kepercayaan yang lemah
                                               serta   kondisi  yang   menyertai  akibat adanya kasus korupsi pajak,
                                               ketidakpatuhan    pajak     dapat  tidak  idealnya  jumlah  pegawai
                                               menuntun    pemegang    kebijakan  DJP,  pelayanan  pajak,  rendahnya
                                               untuk menemukan solusi dalam       ketersediaan barang publik, serta
                                               mengatasi hal tersebut. Dengan     lemahnya transparansi dan corporate
            serasi) dengan kepercayaan yang    demikian,   penelitian  mengenai   governance. Seluruh faktor tersebut
            sudah menjadi komitmen. Sehingga,   mengapa  orang  tidak  patuh  dalam   membuktikan bahwa kepercayaan
            sedikit  saja  kadar  kekuatan  (power)   membayar pajak pada dasarnya   terhadap pemerintah/otoritas pajak
            otoritas  pajak  muncul,  justru  hanya   sama  pentingnya  dengan  penelitian   serta kekuatan untuk menegakkan
            akan mengakibatkan “terpelesetnya”   mengenai  bagaimana   kebijakan  aturan  merupakan  dua  hal  yang
            tingkat kepatuhan pajak ke tingkat   yang tepat untuk meningkatkan    harus sama-sama diperjuangkan.
            yang lebih rendah.                 penerimaan pajak  di  suatu  negara.   Mencari kombinasi yang tepat untuk
               Kebijakan perpajakan seharusnya   Dari  pembahasan    sebelumnya,  mewujudkan    voluntary  maupun
            dapat menciptakan saling sinerginya   telah kita ketahui bahwa kepatuhan   enforced compliance merupakan
            power dan trust untuk meningkatkan   pajak adalah suatu hal yang sifatnya   tantangan, tidak  hanya bagi DJP,
            kepatuhan pajak (service climate).   tidak menentu karena dipengaruhi   namun juga institusi pemerintah
            Power di sini bukanlah kekuatan yang   berbagai faktor, mulai dari kekuatan   lainnya.  Pertanyaan  yang  tersisa
            bersifat koersi (menekan atau dengan   yang  dimiliki  oleh  otoritas  pajak   hanyalah, seberapa besar komitmen
            paksaan), namun lebih kepada                                          pemerintah    Indonesia     untuk
            legitimate power yang bersifat tegas,   49  Lihat Katharina Gangl, Eva Hofmann, dan Eric Kirchler, Op.Cit.  menjawab tantangan tersebut.





           “








                 Pemahaman atas motif serta kondisi yang menyertai
           ketidakpatuhan pajak dapat menuntun pemegang kebijakan
               untuk menemukan solusi dalam mengatasi hal tersebut.                                            “














        14   Inside Tax | Edisi 14 | Maret 2013
   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19