Page 6 - InsideTax Edisi 14th (Menggali Ke(tidak)patuhan Pajak)
P. 6

insideheadline





            Memahami




            Ke(tidak)patuhan Pajak











               B. Bawono Kristiaji, Toni Febriyanto, dan Yanuar F. Abiyunus     1



            1.  Pendahuluan  1                                        dipegang oleh pribadi maupun norma sosial.
                                                                   iii.  Kesempatan, baik untuk patuh (terkait dengan
                                                                      biaya  kepatuhan  yang  rendah,  maupun  aturan
               Kepatuhan pajak merupakan masalah klasik yang
            dihadapi otoritas pajak di seluruh dunia. Kepatuhan pajak   yang  sederhana  dan  tidak  kompleks)  atau  tidak
            dapat didefinisikan sebagai kemauan Wajib Pajak untuk     patuh (kesempatan untuk menggelapkan pajak).
            tunduk terhadap regulasi perpajakan di suatu negara.    iv.  Keadilan  (fairness)  yang  terkait  dengan  hasil
                                                             2
            Di beberapa negara, misalkan di Amerika Serikat,          ataupun prosedur, serta kepercayaan baik
            Australia, dan Kanada, kepatuhan pajak pada umumnya       terhadap  pemerintah  (otoritas  pajak)  maupun
            mengacu pada kemampuan dan kemauan Wajib Pajak            terhadap Wajib Pajak lainnya.
            untuk tunduk terhadap regulasi perpajakan, melaporkan   v.  Faktor ekonomi, yang mencakup segala faktor
            penghasilan dengan benar serta membayar pajak secara      yang berhubungan dengan kondisi ekonomi secara
            benar dan tepat waktu.                                    umum, kondisi usaha ataupun industri, serta nilai
               Pada umumnya kepatuhan pajak, dapat dibagi             pajak yang harus dibayar.
            menjadi  dua.  Pertama,  kepatuhan  secara  administratif
            atau secara formal, yang mencakup sejauh mana Wajib    Ditinjau dari perilaku kepatuhannya, Wajib Pajak tidak
            Pajak patuh terhadap persyaratan prosedural dan      dapat hanya disederhanakan menjadi Wajib Pajak yang
            administrasi pajak, termasuk mengenai syarat pelaporan   patuh  maupun  tidak  patuh.  Keduanya  merupakan  titik
            serta waktu untuk menyampaikan dan membayar pajak.   ekstrem, di mana terdapat kecenderungan bahwa Wajib
            Kedua,  kepatuhan  secara  teknis  atau  materiil,  yang   Pajak  lebih  banyak  terombang-ambing  di  antaranya.
            mengacu pada perhitungan jumlah beban pajak secara   Hal ini merupakan sesuatu yang sangat wajar, terutama
            benar. 3                                             jika  mengingat  bahwa  keputusan  untuk  patuh  sifatnya
               Selama empat dekade terakhir, penelitian tentang   dinamis dan dipengaruhi oleh situasi (lingkungan) yang
            kepatuhan pajak baik secara teoritis maupun empiris   dihadapi oleh Wajib Pajak.
            telah banyak dilakukan. Secara umum, terdapat beberapa   Sebagai ilustrasi, otoritas di Kanada memetakan dan
            faktor yang mempengaruhi perilaku kepatuhan Wajib    menggolongkan  Wajib  Pajak  menjadi  enam  golongan
            Pajak, yang dapat diklasifikasikan dalam lima kategori :  berdasarkan   kepatuhannya,   mulai   dari   altruistic
                                                            4
                                                                 compliers (Wajib Pajak yang tunduk pada segala regulasi
                                                                 pajak dan menentang setiap bentuk kecurangan ataupun
              i.  Upaya   pencegahan    (deterrence),  misalnya
                  intensitas pemeriksaan pajak, risiko terdeteksi,   argumen yang merasionalisasikan ketidakpatuhan pajak)
                  serta  tingkat  sanksi  yang  dikenakan.  Hal  ini   hingga  apa  yang  dapat  disebut  sebagai  rebels  (Wajib
                  berangkat dari konsep bahwa risiko terdeteksi   Pajak yang sama sekali tidak patuh, memiliki persepsi
                  maupun sanksi dapat merubah perilaku kepatuhan   negatif terhadap pajak,  serta  menganggap  kecurangan
                                                                                                       5
                  pajak.                                         adalah sesuatu hal yang dapat diterima).  Pembagian
              ii.  Norma atau nilai yang berlaku, baik norma yang   tersebut dapat disederhanakan menjadi tiga golongan
                                                                 utama, yaitu: Wajib Pajak yang patuh, Wajib Pajak yang
                                                                 sewaktu-waktu tidak patuh, serta Wajib Pajak yang tidak
            1  B. Bawono Kristiaji adalah VP, Tax Research and Training Services di  DANNY DARUSSALAM
            Tax Center. Sedangkan. Toni Febriyanto dan Yanuar Falak Abiyunus merupakan peneliti di DANNY   patuh sama sekali (lihat Gambar 1).
            DARUSSALAM Tax Center.                                 Lalu bagaimana Wajib Pajak dapat menjadi patuh
            2  James Andreoni, Brian Erard dan Jonathan Feinstein, “Tax Compliance,” Journal of Economic   maupun tidak patuh? Tulisan ini akan berusaha
            Literature Vol. 36, No.2, (Juni, 1998), 818-860.     menelusuri  berbagai  pandangan  mengenai  ke(tidak)
            3  OECD, “Compliance Measurement – Practice Note,” OECD Tax Guidance Series, (Mei, 2001), 3.
            4  OECD, “Understanding and Influencing Taxpayers’ Compliance Behaviour,” Information Note,   5  The Federal/Provincial/Territorial Underground Economy Working Group dalam melakukan survei
            (November, 2010), 12.                                mengenai underground economy  di Kanada pada tahun 2002 dan 2003.
         6   Inside Tax | Edisi 14 | Maret 2013
   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11