Page 7 - InsideTax Edisi 14th (Menggali Ke(tidak)patuhan Pajak)
P. 7

insideheadline


           Gambar 1 - Klasifikasi Wajib Pajak berdasarkan Kepatuhan            Wajib   Pajak  akan   memandang
                                   Pajak di Kanada                             penggelapan pajak sebagai sesuatu
                                                                               yang berisiko tinggi untuk terdeteksi,
                                                                               sehingga  mereka  cenderung  lebih
            +                                                           -      taat. Parameter lain yang menentukan
                                                                               di samping risiko pemeriksaan adalah
                                                                               besarnya sanksi. Semakin berat
                                         Contingen non-                        sanksi, maka penggelapan pajak
              Compliers (patuh)         compliers (sewaktu-      Non-compliers  menjadi keputusan yang berimplikasi
                                        waktu tidak patuh)        (tidak patuh)
                                                                               besar. Walau demikian, kebijakan
                                                                               menaikkan sanksi hanya efektif jika
             Alturistic   Deferent   Pseudo   Situational non-  Potential non-  Rebels  dikombinasikan dengan peningkatan
             compliers  compliers  compliers  compliers  compliers  (penentang                      9
            (patuh secara   (patuh   (patuh secara  (patuh atau tidak   (berpotensi   pajak)  risiko  pemeriksaan.  Sanksi
             alturistik)  karena   semu)  patuh bersifat   tidak patuh)        seberat apapun tidak akan pernah
                       segan)             situasional)
                                                                               dibebankan kepada Wajib Pajak yang
                                                                               tidak patuh jika pemeriksaan pajak
                                                                               tidak pernah terjadi. Dari pendekatan
          patuhan pajak mulai dari rasional  pertama kali diperkenalkan oleh   ini, kita dapat menyimpulkan bahwa
          ekonomi, aspek psikologis, etika,  Gary S. Becker pada tahun 1968.   kepatuhan Wajib Pajak dipengaruhi
          dan moral, serta kombinasi antara  Pada artikelnya yang berjudul Crime   oleh  ketakutan  mereka  akan  risiko
          law  enforcement  dan  kepercayaan  and Punishment: An Economic      pemeriksaan dan sanksi. Oleh karena
          terhadap  pemerintah.  Selain  itu,  Approach, ia mengasumsikan bahwa   itu, kebijakan yang dapat diterapkan
          tulisan  ini  juga  mengulas  tentang  seorang kriminal adalah makhluk   oleh pemerintah untuk melawan
          ketidakpatuhan  pajak  di  Indonesia  yang rasional, di mana mereka juga   ketidakpatuhan adalah menerapkan
          serta berusaha mencari gambaran  turut   memaksimalkan     kepuasan  sanksi yang berat dan melakukan
          ideal mengenai solusi permasalahan   (utility)  mereka  walau  dengan  cara   lebih banyak pemeriksaan pajak. 10
          tersebut.                         yang   ilegal. 7  Kontribusi  utama   Meskipun   model    ini  dapat
            Penting  untuk  dicatat  bahwa   dari artikel tersebut terletak pada
          ketidakpatuhan dalam tulisan ini tidak  model  yang  menjelaskan  sejauh   dipertahankan secara logis, namun
                                                                               pengujian empiris  dari  model ini
          membahas  aktivitas  perencanaan  mana suatu dorongan ekonomi        seringkali  memberikan  hasil  yang
          pajak   (tax  planning/mitigation)  dapat mempengaruhi suatu tindakan   kurang konsisten terutama atas
          ataupun   berupa    penghindaran  kejahatan.  Selain   itu,  Becker  variabel   besarnya   penghasilan
          pajak (tax avoidance), namun lebih   juga menyertakan suatu kerangka   serta tarif pajak yang berlaku.
                                                                                                              11
          diartikan sebagai penggelapan pajak  model  biaya  atas  kebijakan  dalam   Inkonsistensi tersebut dapat terlihat
          (tax evasion).                    mengendalikan kejahatan.           dari  hubungan  yang  tidak  jelas  dari
                      6
                                               Empat  tahun  kemudian,  ide    kedua variabel tersebut terhadap
          2.  Beberapa Perspektif           tersebut diadopsi oleh Allingham dan   ketidakpatuhan  pajak.  Artinya,
             Tentang Ke(tidak)patuhan       Sandmo, dalam konteks keputusan    pada suatu penelitian empiris,
             Pajak                          seseorang   untuk   menggelapkan   dapat saja tingkat pendapatan
                                            pajak.   Menurut  mereka, patuh
                                                  8
                                            atau tidak patuhnya Wajib Pajak    berpengaruh secara positif terhadap
            Pada bagian ini akan dibahas tiga   ditentukan dengan membandingkan   ketidakpatuhan  pajak,  namun  di
          perspektif utama mengenai ke(tidak)  tingkat  kepuasan  yang   bisa  penelitian yang berbeda justru
          patuhan pajak beserta faktor-faktor   mereka peroleh jika taat maupun   ditemui  hubungan yang  negatif. Hal
          pendorong  utama    yang  terkait  menggelapkan   pajak.  Allingham  yang sama terjadi pula pada variabel
                                                                                         12
          dengan perspektif tersebut.       dan  Sandmo  berpendapat,  pilihan   tarif pajak.
                                            Wajib Pajak tersebut dipengaruhi      Kritik  berikutnya  berangkat  dari
            2.1.  Economics of Crime        oleh empat hal, yaitu: (i) besarnya   ketidakmampuan model tersebut
                                            penghasilan; (ii) tarif pajak; (iii)   dalam menjelaskan faktor non-
            Ide mengenai economics of crime   risiko pemeriksaan; dan, (iv) sanksi.   ekonomi yang mendorong seseorang
                                               Perspektif ini menyatakan bahwa   untuk  patuh.  Bergman  berpendapat
                                                                                                           harus
                                                                                                   pajak
                                                                               bahwa
                                                                                        kepatuhan
          6  Dalam buku-buku pajak, penghematan pajak (tax   semakin  besar  risiko  pemeriksaan,
          mitigation) biasanya diartikan sebagai usaha Wajib Pajak dalam       dipahami sebagai keputusan individu
          meninimalkan beban pajaknya dengan memanfaatkan insentif
          pajak yang tersedia; penghindaran pajak (tax avoidance)   7  Gary S. Becker, “Crime and Punishment: An Economic   9  Erich Kirchler et al, “A Review of Tax Compliance Decisions,”
          merujuk kepada usaha Wajib Pajak untuk meminimalkan beban   Approach,” Journal of Political Economy Vol. 76, No. 2, (Maret –   dalam Developing Alternative Frameworks for    Explaining Tax
          pajak dengan memanfaatkan celah dalam ketentuan perpajakan,   April, 1968), 169-217.  Compliance, ed. James Alm, Jorge Martinez-Vazquez dan Benno
          namun tidak dilakukan dengan melanggar hukum (legal);   8  Michael  G.  Allingham  dan  Agnar  Sandmo, “Income  Tax    Torgler (New York: Routledge, 2010). 23.
          sedangkan penggelapan pajak (tax evasion) biasanya diartikan   Evasion:  A  Theoretical  Analysis,” Journal  of  Public  Economics,
          sebagai skema atau usaha yang dilakukan Wajib Pajak untuk   (1972), 323-338, Pendekatan economics of crime dalam konteks   10  Michael  G.  Allingham  dan  Agnar  Sandmo, Op.Cit., 338.
          memperkecil beban pajak dengan melanggar peraturan pajak   tax evasion juga dapat dilihat pada artikel T.N Srinivasan, “Tax   11  Erich Kirchler, Op.Cit., 19 dan 20.
          (ilegal). Lebih lengkapnya dapat dilihat pada Indrayagus Slamet,   Evasion: A Model,” Journal of Public Economics Vol. 2, No. 4,   12  Kelemahan penelitian empiris yang lainnya mencakup isu
          “Tax Planning, Tax Avoidance dan Tax Evasion di Mata Perpajakan   (1973); dan artikel S. Yitzhaki, “Income Tax Evasion: A Theoretical   metodologi, upaya pengukuran, sampel yang      dipergunakan,
          Indonesia,” Inside Tax, Edisi Perkenalan, September 2007.  Analysis,” Journal of Public Economics Vol. 3, No. 2, (1974).  hingga kurang sesuainya eksperimen yang dilakukan.
                                                                                             Inside Tax | Edisi 14 | Maret 2013  7
   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12