Page 8 - InsideTax Edisi 14th (Menggali Ke(tidak)patuhan Pajak)
P. 8

insideheadline


            yang didasarkan pada kepentingan
            pribadi  yang  ditentukan  oleh  faktor
            sosial.   Bergman  mencontohkan
                  13
            fakta  yang  ada  di  Argentina  dan
            Chili.  Kedua    negara   tersebut
            memiliki struktur pajak, sistem,
            serta  penegakan    hukum   pajak
            yang  relatif  mirip,  namun  memiliki
            tingkat kepatuhan yang berbeda
            secara signifikan.  Hal tersebut
                             14
            membuktikan bahwa sistem pajak
            (termasuk law enforcement) bukanlah
            hal  utama  yang  mempengaruhi
            kepatuhan pajak.
               Secara singkat dapat disimpulkan
            bahwa  perspektif  economics  of
            crime   hanya   terfokus   kepada
            kepatuhan secara paksaan (enforced
            compliance) dan mengabaikan aspek
            kepatuhan  pajak  secara  sukarela
            (voluntary compliance). Lebih lanjut
            lagi, walau pendekatan ini memiliki
            analisis  yang  jelas,  namun  kurang
            realistis dan kurang memperhatikan
            aspek manusia.  Padahal kepatuhan
                          15
            pajak merupakan suatu hal yang
            kompleks karena menyangkut peri-
            laku manusia.
                                                  Tax  morale  sendiri  diartikan   balik antara Wajib Pajak dengan
                                               sebagai motivasi intrinsik untuk  otoritas pajak/pemerintah (vertical
               2.2. Tax Morale dan Etika
                                               membayar pajak atau kadar moral  reciprocity). Lebih lanjut, keduanya
                                               seseorang (nilai-nilai sosial yang  terlihat  secara  implisit  dalam
               Atas keterbatasan yang ada
            pada   perspektif  economics   of  diyakini)  dalam   konteks   cara  pendekatan-pendekatan   mengenai
                                               pandang terhadap (kepatuhan) pajak.
                                                                                  tax morale.
            crime, pada satu dekade terakhir   Pada  dasarnya,  terdapat  dorongan
            banyak penelitian tentang kepatuhan   dari  dalam  manusia  untuk menilai   2.2.1. Psychological Tax
            pajak dari perspektif psikologi dan   apakah sesuatu itu baik atau buruk.         Contract
            behavioral economics.  Penelitian-  Dengan  demikian,   pertimbangan
                                 16
            penelitian tersebut pada umumnya   mengenai   apakah   sesuatu   hal     Dalam pendekatan ini, pajak
            menyimpulkan bahwa  tax morale     tersebut diatur dalam regulasi atau  dianggap sebagai sebuah kontrak
            adalah jawabannya.  17
                                               tidak menjadi pertimbangan kedua.  tidak tertulis atau kontrak secara
                                               Jika moral pajak seseorang itu baik,  psikologis.  Pihak yang terikat
                                                                                           19
            13  Marcelo Bergman, Tax Evasion & The Rule of Law in Latin
            America: The Political Culture of Cheating and Compliance in   maka terdapat  kecederungan orang  dalam kontrak tersebut adalah Wajib
            Argentina and Chile (Pennsylvania: Pennsylvania State University   tersebut  untuk  patuh  tanpa  adanya  Pajak  dan  otoritas  yang  berwenang,
            Press, 2009), xi.                  suatu  aturan.  Kadar  tax  morale  dimana otoritas yang berwenang
            14  Ibid., 50.                     bervariasi antar negara karena  terdiri dari legislatif yang menentukan
            15  Cullis, John G. dan Alan Lewis, “Why People Pay Taxes: From a   adanya perbedaan nilai sosial yang  arah  kebijakan  publik  dan  eksekutif
            Conventional Economic Model to a Model of Social Convention,”   diyakini serta pengaruh institusi  yang melaksanakan kebijakan publik
            Journal of Economic Psychology 18, (1997), 305-321.
                                               sosial yang ada.  18               tersebut. Psychological tax contract
            16  Dalam ranah behavioral economics, tampak bahwa
            manusia seringkali bertindak tidak secara rasional, tidak   Ditinjau  dari  faktor  yang  mengacu pada vertical reciprocity.
            mendapatkan informasi secara sempurna, serta tidak semata-  mempengaruhinya, tax morale, secara   Kontrak  psikologis  menimbulkan
            mata mengutamakan kepentingan pribadi dalam pengambilan   sederhana dapat diklasifikasikan  terjadinya  pertukaran  hak  dan
            keputusan. Atas akibat keterbatasan dalam memproses
            (memperoleh) informasi, individu-individu cenderung   menjadi dua sumber, yaitu: timbal   kewajiban berupa pertukaran fiskal
            menggunakan sekedar nalar ingatan sehingga keputusan   balik antar Wajib Pajak (horizontal  (fiscal  exchange). 20  Pertukaran
            yang diambil rentan untuk menjadi bias. Dalam konteks pajak,   reciprocity) dan hubungan timbal   fiskal ini dianggap lebih berpengaruh
            perilaku Wajib Pajak tentu saja dipengaruhi sesuatu hal yang          terhadap  kepatuhan  Wajib  Pajak
            bersifat norma sosial dan pengalaman yang terkait dengan
            konteks lingkungan ekonomi dan sosialnya, termasuk di   18  Lihat James Alm dan Chandler McClellan, “Rethinking the   dibandingkan  dengan  insentif
            dalamnya adalah bagaimana interaksi antara Wajib Pajak dan   Research Paradigms for Analyzing Tax Compliance Behavior,”
            otoritas pajak.                    Tulane Economics Working Paper 1211, (Juli, 2012), 2. Atau karya   19  Lihat Lars P. Feld dan Bruno S. Frey, “Trust Breeds Trust: How
            17  Benno Torgler dan Christoph A. Schaltegger, “Tax Morale   klasik mengenai moral pajak dapat dilihat pada artikel Bruno   Taxpayers are Treated,” Economics of Governance 3 (2002), 87-99.
            and Fiscal Policy,” CREMA Working Paper Series No. 2005-30,   Frey, “A Constitution for Knaves Crowds Out Civic Virtues,” The   20  Buchanan, J. M., “Taxation in Fiscal Exchange”, Journal of
            (November, 2005), 2.               Economic Journal 107 No 443 (Juli, 1997), 1043-1053.   Public Economics 6, (1976), 17-29.
         8   Inside Tax | Edisi 14 | Maret 2013
   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13