Page 7 - InsideTax Edisi 16th (Desain Kelembagaan: Perlukah Ditjen Pajak Terpisah dari Kemenkeu?)
P. 7

insideheadline

          Dengan demikian, segala sesuatu  2. Pentingnya Kerangka              banyak dari reformasi perpajakan di
          hal yang terkait dengan keberhasilan   Kelembagaan dalam Reformasi  berbagai negara justru gagal karena
          administrasi pajak sangat dipengaruhi   Perpajakan                   reformasi dilakukan tanpa adanya
          pada seberapa baik performa otoritas                                 reorganisasi administrasi pajak secara
          pajaknya. Berhasil atau tidaknya     Kebutuhan peningkatan efektivitas   permanen dan perbaikan manajemen
                                                                                                      10
          ketentuan   perpajakan   maupun   dan efisiensi administrasi perpajakan   di dalam otoritas pajak.  Hal ini
          seberapa  efisien  atau  tidaknya  dilatarbelakangi oleh tuntutan untuk   membuktikan bahwa kelembagaan
          sistem perpajakan, suka atau tidak,   meningkatkan penerimaan pajak guna   memainkan peranan yang penting
          ditentukan oleh lembaga otoritas   menopang pembangunan ekonomi.     dalam proses reformasi perpajakan.
                                                                            7
          pajak.                            Walau demikian, banyak dari negara-  Apalagi, dalam kenyataannya hukum
                                            negara di dunia (terutama negara-  atau kebijakan pajak hanya dapat
            Dewasa ini, model otoritas pajak   negara berkembang) sulit untuk   berfungsi  dengan  baik   selama
          yang berada dalam garis struktur   memenuhinya,   karena   kapasitas  administrasi pajak yang baik tersedia. 11
          tradisional  (direktorat  di  bawah  administrasi mereka yang masih
          Kementerian  Keuangan)   semakin  rendah. Beberapa otoritas pajak       Dari perspektif keilmuan kebijakan
          banyak ditinggalkan. Tren memisahkan   bahkan tidak memiliki infrastruktur   publik, manajemen, hingga ilmu
          administrasi pajak dari Kementerian   dan sumber daya manusia yang   ekonomi, aspek kelembagaan dianggap
          Keuangan    mulai    berkembang,  memadai, untuk menjalankan fungsi   sebagai kerangka yang mengatur
          terutama pada dua dekade terakhir.   dasar pemungutan pajak.  Hal ini   apa dan bagaimana fungsi ataupun
                                                                    8
          Berbagai negara telah membentuk   masih diperburuk dengan adanya     interaksi antaragen  dalam arena
          atau   mentransformasi   lembaga  otoritas pajak yang berada dalam   terkait. Lebih lanjut, kelembagaan
          otoritas  pajak  menjadi  sebuah  kerangka pemerintahan yang lemah, di   dapat merumuskan sistem yang dapat
          lembaga yang lebih otonom sehingga   mana terdapat praktik-praktik korupsi   menjamin  pengorganisasian  agar
          dikenal dengan nama otoritas pajak   dan campur tangan politik sehingga   setiap agen bekerja secara optimal dan
          yang semi-otonom (Semi-Autonomous   menimbulkan adanya tax gap. 9    tidak melenceng dari koridor yang telah
          Revenue Authority, selanjutnya disebut                               ditetapkan. Dengan demikian, tidak
          SARA).  Argumentasi utama dari ide   Pada    umumnya,    pemerintah  mengherankan jika reformasi pajak
                6
          perubahan tersebut berangkat dari   di  berbagai  negara   berusaha  di berbagai negara mengikutsertakan
          tujuan yang bermuara pada kebutuhan   meminimalkan   tax  gap  dengan   upaya untuk menemukan bentuk
          atas kecukupan penerimaan yang    reformasi perpajakan.  Sayangnya,   kelembagaan administrasi perpajakan
          berkesinambungan,       perbaikan                                    yang paling ideal. Pada banyak kasus,
          pelayanan, serta perbaikan tata kelola   7  Administrasi pajak yang efektif dapat terlihat   perubahan yang radikal pada otoritas
          pemerintahan di sektor pajak.     dari tingginya kepatuhan secara sukarela (voluntary
                                            compliance) di antara beragam Wajib Pajak. Lihat
                                                                               10   Fuentes Quintana, “The Organization of Tax
                                            Pedrag Bejakovic, “Improving The Tax Administration in   Administration in the CIAT Members Countries,” CIAT
            Namun, apakah SARA dapat        Transition Countries,” Institute for Public Finance Paper, 3.  Review in 1985-1986, Technical Publication of the
          menjamin tercapainya tujuan-tujuan   8  Christian von Haldenwang, Armin von Schiller,   Inter-American Center of Tax Administrators, seperti
          tersebut? Lebih lanjut lagi, sejauh   Melody Garcia, “Tax Collection in Developing Countries   dikutip dari Glenn P. Jenkins, “Modernization of Tax
                                            – New Evidence on Semi-Autonomous Revenue
                                                                               Administrations: Revenue Boards and Privatization
          mana   ide  mengenai   pemisahan  Agencies (SARAs),” (2012): 3.      as Instruments for Change,” Bulletin for International
          otoritas pajak dari struktur lembaga   9  Tax gap didefinisikan sebagai selisih antara potensi   Taxation, (1994): 75.
          Kementerian Keuangan perlu untuk   pajak sesuai undang-undang pajak dengan pajak   11   Gagasan mengenai “tax administration is tax policy”
          dipertimbangkan dan sesuai dengan   yang secara aktual dapat dikumpulkan. Lihat Rosario   diungkapkan pertama kali oleh Milka Casanegra de
                                            G. Manasan, “Tax Administration Reform: (Semi-)
                                                                               Jantscher, “Administering the VAT,” dalam Value Added
          konteks di Indonesia? Tulisan ini akan   Autonomous Revenue Authority Anyone?,” Discussion   Taxation in Developing Countries, ed. Malcolm Gillis, Carl
          menjawab hal-hal tersebut, dengan   Paper Series No. 2003-05, Philippine Institute for   S. Shoup, dan Gerardo P. Sicat (Washington: World Bank,
          sebelumnya   mengkaji   mengenai  Development Studies, (2003): 4.    1990).
          pentingnya kerangka kelembagaan
          dalam    reformasi    perpajakan,
          karakteristik SARA, keunggulan dan
                                               “
          kelemahan, serta pengalaman di
          negara lain.                                         ewasa ini, model otoritas
          (vi) konsultan pajak; dan (vii) Wajib Pajak. Lihat Arindam  Dstruktur tradisional (direktorat D pajak yang berada dalam garis

          lembaga yang ditunjuk untuk menyelesaikan sengketa
          pajak; (v) lembaga kepolisian atau pengadilan pidana;

          Das-Gupta, “Implications of Tax Administration for Tax
          Design: A Tentative Assessment,” dalam The Challenge   di bawah Kementerian Keuangan)
          of Tax Reform in A Global Economy, ed. James Alm, Jorge
          Martinez-Vazquez, dan Mark Rider (New York: Springer,   semakin banyak ditinggalkan."
          2010), 366. Dalam tulisan ini, komponen yang disorot
          adalah tax department atau otoritas pajak atau badan
          penerimaan yang berfungsi sebagai administrator.
          6  Di beberapa literatur, sering juga disebut sebagai
          Revenue Authority Model ataupun Unified Semi-
          Autonomous Revenue Bodies.

                                                                                          InsideTax | Edisi 16 | Juli-Agustus 2013  7
   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12