Page 13 - InsideTax Edisi 18th (Tren, Outlook dan Tantangan Perpajakan 2014: Apa Kata Mereka?)
P. 13

Gambar 1 - Tax Buoyancy di Indonesia, 2003 – 2012             target pajak yang cukup bombastis.
                                                                                Dari total penerimaan pajak sebesar
                                                                 3,2            Rp 1,280.4 triliun, penerimaan
                                                          2,7          2,6      PPh  diharapkan  Rp  586,31  triliun,
                                             2,2                                PPN sebesar Rp 492,95 triliun,
             1,9                                                                PBB sebesar Rp 25,4 triliun, dan
                   1,3    1,4          1,2                                      sisanya ke cukai, pajak perdagangan
                                0,6                                             internasional, dan jenis pajak lainnya
                                                                                (APBN, 2014).

                                                                                  Padahal, dari sisi makroekonomi,
                                                                                kita menghadapi situasi perekonomian
                                                                                dunia yang masih lesu.  Pertumbuhan
                                                   -2,9                         ekonomi dunia hanya diproyeksikan
                                                                                sebesar  2,9%,  sedangkan  Indonesia
                                                                                sebesar  5,5%  (IMF, 2013).   Sejalan
                                                                                                         6
                                                                                dengan proyeksi yang dilakukan oleh
                                                                                IMF,  Bank  Dunia  juga  memprediksi
           Contoh lainnya dapat dilihat pada  terhadap  pertumbuhan  PDB.  Hal  bahwa   Indonesia   hanya   dapat
                                                                        5
        geliat konsumsi masyarakat yang  ini menyiratkan bahwa terdapat         tumbuh sebesar 5,3% di tahun 2014
        menjadi   lokomotif  perekonomian   pergeseran   mesin   pertumbuhan    atau turun dari pertumbuhan sebesar
        nasional  (menyumbang  57%  PDB)    ekonomi  Indonesia.  Kini,  sektor   5,6% di tahun 2013.
        dan memiliki pertumbuhan yang  properti, perdagangan, pengangkutan
        relatif stabil (rata-rata 5% per tahun).  dan komunikasi, atau sektor-sektor   Angka  proyeksi  pertumbuhan
        Sayangnya, ini tidak berbanding  yang dapat digolongkan sebagai jasa    Indonesia jelas masih cukup baik,
        lurus dengan penerimaan Pajak  semakin  besar  kontribusinya  dan  terutama  jika  dibandingkan  dengan
        Pertambahan Nilai (PPN)  dan  Pajak  memiliki pertumbuhan yang relatif  rata-rata  dunia  dan  negara-negara
        Penjualan Barang Mewah (PPnBM)  tinggi. Jangan sampai, kebijakan  maju. Proyeksi pertumbuhan tersebut
        yang realisasinya baru mencapai IDR  pajak  “ketinggalan  jaman”  dan  tidak  merupakan hasil kombinasi dari faktor
        368,41 triliun dari target sebesar IDR  mengindahkan struktur perekonomian  eksternal dan internal, yaitu: investasi
        423,7 triliun (87%) per tanggal 24  yang mulai bergeser tersebut.       asing yang bergerak perlahan, inflasi,
        Desember 2013.                                                          harga komoditas yang masih lesu,
                                            Menatap Tantangan 2014              serta pendanaan yang semakin ketat
           Di  antara  kinerja  yang  dirasa                                    akibat  dimulainya  tapering  off  di
        memburuk,       pada      dasarnya     Lalu apa yang bisa kita harapkan  Amerika Serikat.
        pertumbuhan    penerimaan    pajak  di tahun 2014? Kembali kita
        justru meningkat drastis. Selama lima  dihadapkan  pada   angka-angka     Pertumbuhan volume perdagangan
        tahun terakhir (pengecualian di tahun
        2009),  tax buoyancy di Indonesia
        menunjukkan angka yang membesar.     5 Terutama jika diperbandingkan pada periode 1983 –   6 IMF,  World Economic Outlook:  Transition and
                                         4
                                                                                Tensions, (IMF: Oktober, 2013)
        Ini perlu diacungi jempol. Sebagai   1999 di mana buoyancy dapat mencapai angka > 2.
        ilustrasi, tax buoyancy di tahun 2012
        sebesar  2,6.  Artinya,  peningkatan     Gambar 2 - Pertumbuhan Volume Perdagangan Barang dan jasa
        pertumbuhan    PDB sebesar 1%                                 Dunia, 2008 - 2014
        dapat  menciptakan  pertumbuhan
        penerimaan pajak sebesar 2,6% (lihat                          12,8
        Gambar 1).

           Walau demikian, ada baiknya                                          6,1
        jika Ditjen Pajak (dibantu BKF)                                                                    4,9
        dapat menelaah ulang sektor yang            2,8                                  2,7      2,9
        menjadi andalan penerimaan pajak.
        Pasca  krisis  1998,  secara  rata-
        rata   pertumbuhan     penerimaan
        pajak kita  semakin  kurang responsif


                                                             -10,6
        4 Tax buoyancy dapat dipahami sebagai indikator yang
        dapat mengukur  seberapa responsif pertumbuhan
        penerimaan  pajak  terhadap  aktivitas  ekonomi
        (pertumbuhan PDB).
   8   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18