Page 14 - InsideTax Edisi 18th (Tren, Outlook dan Tantangan Perpajakan 2014: Apa Kata Mereka?)
P. 14

internasional diperkirakan meningkat  dalam jangka pendek. Kebijakan
        hingga  4,9%,  jauh  lebih  baik  dari  insentif pajak bagi eksportir maupun
        tahun 2013 (lihat Gambar 2). Walau  perubahan   tarif  barang   impor
        demikian,   transaksi  perdagangan  diperkirakan  masih  mewarnai  arena
        internasional  belumlah  benar-benar  kebijakan pajak Indonesia di 2014.
        pulih atau terbatas pada barang
        dan jasa tertentu saja. Hal ini        Hal yang tidak kalah penting
        jelas memukul penerimaan pajak.  adalah  politik.  Tahun  2014  identik                   elama
                                                                                                  lima
        Bagi Indonesia, hal ini merupakan  dengan tahun politik, ditandai akan     “S
        kenyataan pahit yang harus dihadapi  diselenggarakannya pemilihan umum.                   tahun
        karena  40%  dari  penerimaan  PPN  Penting untuk dicatat bahwa terdapat
        dihasilkan dari aktivitas impor.   kemungkinan  penerimaan  pajak  dari                   terakhir
                                         7
        Situasi  ini  diperburuk  jika  negara  aktivitas konsumsi akan cenderung       (pengecualian
        mitra   dagang   utama   Indonesia  membesar     mengingat     adanya           di tahun 2009),
        (Jepang,  Singapura,  Korea  Selatan,   pemilihan umum. Walau demikian,         tax buoyancy
        dan sebagainya) masih memiliki  kedalaman efek dari pesta demokrasi
        pertumbuhan ekonomi yang rendah  belum dapat dipastikan, mengingat              di Indonesia
        dan lambat.                         implikasinya yang tidak jelas dalam         menunjukkan
                                            dua pemilu sebelumnya. Walau                angka yang
           Neraca berjalan masih berada  demikian, hasil dari Pemilu juga
        dalam kondisi defisit sekitar 2-3%  sepertinya tidak akan berpengaruh           membesar.
        dari PDB, namun kondisinya akan  banyak  terhadap  arah  kebijakan
        berangsur-angsur membaik akibat  perpajakan  nasional.  Seperti  juga  di
        pelemahan nilai tukar Rupiah dan  tahun-tahun sebelumnya, isu pajak
        berbagai kebijakan yang dimaksudkan  bukanlah  sesuatu  yang    “digarap”
        untuk mengurangi ketidakseimbangan  dengan serius oleh elemen politik.
        makroekonomi.     Upaya      untuk  Tidak ada informasi atau penawaran
        mengurangi defisit dapat diatasi baik  platform perpajakan yang hendak
        dalam jangka pendek maupun jangka  diusung oleh elemen politik. Dengan
        panjang.  Dalam  jangka  panjang,  semangat     keberlanjutan   fiskal,  Proyeksi Penerimaan Pajak 2014
        kebijakan  industrialisasi  perlu  untuk   seharusnya  persoalan  pajak  harus
        diperbaiki,  sehingga  ketergantungan  menjadi  menu  utama  kebijakan    Pada awalnya, dalam Rancangan
        impor atas barang modal dan sumber  ekonomi  yang  akan  diusung  oleh   Anggaran Pendapatan dan Belanja
        daya energi juga dapat dikurangi.  Presiden terpilih. Sebab, jika tidak,   Negara (RAPBN) 2014, pemerintah
        Namun,  agaknya  pemerintah  juga  perpajakan Indonesia hanya kembali   mengajukan target penerimaan pajak
        akan terus mencari upaya yang dapat  berada dalam situasi status quo dan   sebesar IDR 1.310 triliun. Estimasi ini
        mengurangi  defisit  neraca  berjalan  ditangani secara ad-hoc belaka.  disusun oleh Kementerian Keuangan
                                                                                dengan model ekonomi yang sudah
                                                                                mempertimbangkan berbagai faktor
        7  World Bank, Indonesia Economic Quarterly: Slower                     dan kebutuhan fiskal. Namun, dalam
        Growth, High Risks, (World Bank: Desember, 2013).

                                Gambar 3 - Perbandingan Proyeksi Penerimaan Pajak 2014
                                                                                                 1.280
                                                                             1.274


                                                         1.246

          Triliun Rupiah  1.209       1.210














                   IMF            DDTC - Pesimis       World Bank         DDTC - Optimis       APBN 2014
   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19