Page 12 - InsideTax Edisi 19th (Platform Pajak Di Tahun Politik 2014)
P. 12

insideheadline


        dianggap netral dari segala tekanan  mempertahankan economic rents yang  yang  terjadi di  negara  maju  maupun
        dan pengaruh  elit politik yang  cukup  telah dinikmati, motivasi untuk terlibat  negara berkembang memiliki pola
        berat. 38                           dalam  aktivitas lobi  dan  kelompok  yang  sama.  Hal  ini  ditandai  dengan
           Di sisi lain, penting untuk  dicatat   penekan  berasal  dari  keinginan  adanya peran organisasi politik dan
        bahwa  keberadaan  organisasi  profesi   mempertahankan kedudukan  politik  kalangan pengusaha yang terhubung
                                                            43
        belum tentu berkontribusi secara    yang telah dicapai.                 dengan  aktivitas lobi.  Sayangnya,
        positif. Di negara-negara Sub-Sahara   Adanya      keinginan    untuk   perumusan kebijakan pajak di negara-
        Afrika, peran organisasi profesi seperti  memaksimumkan  dukungan  suara  negara  berkembang    cenderung
        akuntan,  konsultan,  bankir,  dan  dalam    sistem  demokrasi    juga  kurang transparan, berada dalam
        pengacara justru memperkeruh situasi  membutuhkan   dukungan    modal   area  informal,  dan ditandai dengan
        pajak.  Konsultan pajak di kawasan  untuk  membiayai aktivitas kampanye.   rendahnya partisipasi publik. Proses
             39
        tersebut justru menjadi  promotor bagi  Dukungan  modal  ini  seringkali  perumusan kebijakan yang lemah dan
        perusahaan-perusahaan  swasta  untuk  disediakan oleh  pihak  yang  nantinya   situasi perpajakan yang buruk juga
        meminimalkan kewajiban pajak. 40    menjadi pelobi kebijakan.  Dengan   seringkali mengundang adanya aktor
                                                                    44
                                            demikian,  platform kebijakan menjadi   lain untuk berperan, seperti: donor dan
           3.2. Interaksi Aktor dan Lobi    ‘bias’, apakah hal tersebut merupakan   lembaga  multilateral maupun LSM.
                                                                                Celakanya, seringkali terjadi bias atas
           Suatu kebijakan pajak tidak hanya   murni dari organisasi politik atau   mana yang menjadi kepentingan donor
        terbentuk oleh  kepentingan masing-  justru ‘titipan’  dari pemilik  modal.   atau justru kepentingan kalangan usaha
        masing  aktor.  Dengan  kata  lain,  latar   Mungkin saja  tidak ada  lobi pada   yang diperjuangkan oleh negara donor
        belakang, ideologi, ataupun tujuan dari   saat  di  awal  perumusan,  namun  lobi   ataupun lembaga multilateral. Hal ini
        masing-masing aktor tersebut bukanlah   dapat  saja  muncul di  kemudian  hari   dapat dilihat pada kasus di Afrika.
        satu-satunya penyebab kebijakan pajak   dalam  rangka untuk merubah  atau
                                                                            45
        yang berbeda-beda. Hal yang tidak   menyelewengkannya dari tujuan awal.    Negara-negara  di Afrika cenderung
        kalah pentingnya adalah interaksi antar   Meski demikian,  tidak semua   memiliki kapabilitas administrasi pajak
        aktor tersebut.  Sejatinya,  kelompok-  negara  membuka  ruang  untuk   yang  lemah,  situasi perpajakan  yang
                     41
        kelompok  dengan  kepentingan  yang  adanya  pelobian.  Sistem politik akan   kurang transparan,  serta bergantung
        kuat (secara ekonomi dan politik), akan  menentukan  sejauh mana kelompok   pada  ekspor  komoditas  sumber
        memiliki peran dominan dalam proses  kepentingan  eksternal  (di  luar  daya alam. Penerimaan pajak hanya
        keputusan  kebijakan pajak dengan  pemerintahan) dapat memengaruhi      tergantung dari  segelintir perusahaan
        mekanisme lobi yang mereka lakukan. 42  perumusan  kebijakan.  Konsolidasi  besar saja,  sedangkan penerimaan
           Lalu bagaimana aktor tersebut    politik  juga  akan   memengaruhi   lain tergantung dari donor dan
                                                                                pinjaman dari lembaga  multilateral.
        kemudian     dapat    terorganisasi,  kemungkinan  dilakukannya  lobi.  Ketergantungan  yang  tinggi  dari
        menjadi salah  satu kekuatan tawar   Sebagai contoh, kuatnya konsolidasi   beberapa perusahaan dan sistem
        yang  penting,  lalu  melakukan lobi-  politik di Swedia membuat ruang lobi   yang tidak transparan menciptakan
        lobi? Aktivitas lobi pada dasarnya   semakin terbatas. Pihak yang ingin   adanya  tendensi untuk memberikan
        adalah suatu upaya mempertahankan   memengaruhi kebijakan hanya dapat   insentif pajak  yang  berlebihan.  Selain
        economic rents. Kelompok kepentingan   masuk melalui kementerian terkait atau   itu, terdapat berbagai indikasi pelarian
        yang  sudah  terorganisasi dengan   relasi yang dekat dengan kementerian   laba  dari  perusahaan-perusahaan
                                                   46
        baik akan berusaha menggagalkan     tersebut.  Dalam situasi politik yang   multinasional  yang beroperasi  di
        adanya suatu perubahan kebijakan    semakin terfragmentasi, organisasi   kawasan tersebut.   Kepatuhan pajak
                                                                                                48
        dalam rangka menghindari kerugian   politik akan semakin sulit menyatakan   yang  rendah  dan  pemerintahan  yang
        yang  dapat muncul jika perubahan   persetujuan atas  kebijakan ekonomi   korup menambah panjang beban
        tersebut diimplementasikan. Selain   diajukan oleh organisasi politik lainnya
                                            tanpa adanya suatu ‘biaya’. 47      situasi pajak di kawasan tersebut. Oleh
                                                                                karena itu, tidak mengherankan banyak
                                               Pada umumnya proses interaksi
        38 Gerakan LSM di Filipina dianggap yang terbaik                        LSM internasional berupaya untuk
        di kawasan Asia Tenggara,  terutama  dipelopori                         menyerukan perbaikan kondisi pajak di
        juga oleh kelompok Gereja. Selain itu, media di                         kawasan tersebut, seperti: Tax Justice
        Filipina masih dianggap belum terkontaminasi   43 Jan Fidrmuc dan Abdul G. Noury, Op.Cit., 6.  Network,  Task Force on Financial
        tekanan politik walaupun tingkat pembunuhan   44 Torsten Persson dan Guido Tabellini, Op.Cit.,
        wartawan di negara tersebut termasuk yang   61.                         Integrity  and  Economic Development,
        tertinggi di dunia.                 45 James Alt, Ian Preston, dan Luke Sibieta,  Action Aid,  Publish  What You Pay
        39 Tax Justice Network – Africa, Tax Us if You   Op.Cit., 1263.         (PWYP), dan sebagainya.
        Can: Why Africa Should Stand Up for Tax Justice   46 Sven-Olof Lodin, The Making of Tax Law: The
        (Nairobi: Pambazuka Press, 2011), 29 – 34.  Development of Swedish Taxation (Amsterdam:   Selain  itu,  adanya  penerimaan
        40  Mick Moore,  “The  Changing  Politics of  Tax   IBFD & Iustus Forlag AB, 2011), 20 – 21.
        Policy Reforming  in  Developing  Countries,”   47 Untuk paparan lebih lanjut mengenai polarisasi
        Op.Cit., 3.                         dan konsolidasi politik terhadap kebijakan fiskal   48 Paparan lengkap mengenai persoalan pajak
        41 Interaksi dapat diartikan pula sebagai proses   (ekonomi  secara  umum) dapat  dilihat  pada   di Afrika dapat dilihat pada laporan: Tax Justice
        komunikasi, derajat hubungan, hingga daya tawar   Alberto Alesina dan Allan Drazen,  “Why Are   Network – Africa, Tax Us if You Can: Why Africa
        masing-masing aktor di hadapan aktor lainnya.  Stabilizations Delayed?”  NBER  Working Paper,   Should  Stand  Up  for Tax  Justice  (Nairobi:
        42 David Brunori, Lo.Cit.           No. 3053 (Agustus, 1989).           Pambazuka Press, 2011)
       12  InsideTax|Edisi 19|Tahun 2014
   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16   17