Page 9 - InsideTax Edisi 25th (Mengenal E-Commerce dan Pajaknya)
P. 9

insideheadline


                                                Tabel 1 - Diversity of Revenues

               Revenue Models                                        Penjelasan

          Advertising-based revenues  Penyediaan konten digital dalam bentuk space (ruang) iklan berbayar di sebuah website atau
                                     platform (aplikasi) yang dapat diakses melalui internet. Selain itu, iklan berbayar juga disediakan
                                     oleh platform media sosial.

          Digital content purchases or   Penyedia konten digital mendapatkan pendapatan dari konsumen yang membayar untuk setiap
          rentals                    item yang diunduh melalui internet secara langsung. Penjualan dan penyewaan e-books, video klip,
                                     musik, aplikasi dan permainan (online games), serta barang digital lainnya masuk ke kategori ini.

          Selling of goods           Toko virtual (online retailer) yang menjual barang-barang berwujud (tangibles) melalui website
                                     resminya atau pasar digital (online marketplace) di Internet. Barang-barang tidak berwujud
                                     (virtual item) yang diperjualbelikan dalam aplikasi dan online games juga termasuk ke dalam
                                     kategori ini.

          Subscription-based revenues  Pendapatan diperoleh dari biaya berlangganan konten digital yang dibayarkan oleh konsumen
                                     secara berkala. Konten digital yang dimaksud adalah berita, streaming musik & video, dan
                                     sebagainya. Juga termasuk pembayaran rutin untuk pelayanan dan pemeliharaan aplikasi atau
                                     software, seperti anti-virus yang harus di-update melalui internet.

          Selling of services        Model bisnis ini bergerak di bidang jasa tertentu. Contoh jasa yang dapat disediakan secara
                                     online saat ini adalah jasa hukum, jasa keuangan (perantara), jasa konsultasi, biro perjalanan
                                     (pariwisata), digital agency dan sebagainya.

          Licensing content and      Jasa yang disediakan lebih terspesifikasi. Yaitu, jasa pembuatan konten digital (jurnal dan
          technology                 publikasi), algoritma, software khusus, dan konten berteknologi tinggi (artificial intelligence)
                                     dengan lisensi.

          Selling of user data and   Segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli penyediaan database, analisis database,
          customised market research  telematika, dan data yang diperoleh untuk tujuan penelitian. Penyedia layanan internet (ISP)
                                     termasuk ke dalam kategori ini.

          “Hidden” fees and loss leaders  Model bisnis ini sudah dikenal secara tradisional. Pada kategori ini suatu barang/jasa dijual
                                     dengan harga rendah atau gratis, kemudian kerugian tersebut ditutupi dengan menjual barang/
                                     jasa pelengkapnya. Atas barang/jasa pelengkap tersebut dikenakan biaya yang cukup tinggi
                                     sehingga menjadi keuntungan bagi penyedianya. Contoh, online banking, yang menawarkan
                                     diskon untuk pembelian dengan kartu kredit. Namun setiap bulannya dikenakan biaya administrasi
                                     yang lebih tinggi untuk penggunaan kartu kredit tersebut.

        Sumber: OECD (2014), Addressing the Tax Challenges of the Digital Economy, OECD/G20 Base Erosion and Profit Shifting Project, OECD Publishing.
        diulas di era tersebut masih relevan  realistic  doctrine yang dimotori oleh  barang  atau  jasa  yang  dilakukan
        dengan tantangan yang dihadapi di  upaya    enforcement,  administrasi,  di  negaranya  dalam  konteks  PPN.
        masa sekarang. Isu ini dapat dipetakan  dan pemungutan  pajak dari suatu  Sementara  enforcement jurisdiction
        menjadi dua kelompok yaitu isu dalam  negara.  Dalam  realistic doctrine,  berkaitan dengan  kedaulatan  suatu
                                                  11
        Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak  jurisdiksi pemajakan  dapat  dibedakan  negara untuk  memungut  pajak atas
        Pertambahan Nilai (PPN).            menjadi  substantive  jurisdiction dan  penghasilan  yang  bersumber dari
                                                                  12
           Secara   umum,   suatu   negara  enforcement jurisdiction.           negaranya atau konsumsi barang atau
        memiliki  hak pemajakan berdasarkan    Substantive  jurisdiction  terhubung   jasa di negaranya. Hal ini mencakup
        dua hal yaitu: keterkaitan antara suatu  dengan kewenangan suatu negara untuk   isu  yang  berhubungan  dengan
        negara dengan subjek pajak (personal  mengenakan pajak  atas  suatu  subjek   kewenangan  untuk memungut pajak
        attachment)  dan  keterkaitan antara  yang dapat dipungut pajaknya, sehingga   atas  penghasilan  yang  diperoleh
        suatu negara  dengan teritorial negara  mencakup justifikasi pemajakan atas   non-resident  yang  bersumber dari
        tersebut  (territorial  attachment).   penghasilan  yang  bersumber dari   negaranya, atau kewenangan untuk
                                        10
        Kedua   hak   pemajakan    tersebut  negaranya  dalam  konteks PPh,  dan   memungut pajak atas barang dan jasa
        berkontribusi  kepada formulasi dari  justifikasi pemajakan atas konsumsi   yang dibeli oleh konsumen di negaranya
                                                                                dari penyedia barang dan jasa di luar
                                                                                negara tersebut.
        Charles Kingson, “The David Tillinghast Lecture: Taxing   11  Niv  Tadmore,  “Source Taxation  of  Cross-Border
        the Future”, Tax Law Review, (1996); OECD, “Electronic   Intellectual Supplies – Concepts, History and Evolution   Sebagaimana  yang  telah  diketahui
        Commerce: Taxation Framework Conditions”,  OECD   into the  Digital Age”, Bulletin for International Taxation,
        Report by the Committee on Fiscal Affairs (1998).  (2007)               bersama, pelaksanaan hak pemajakan
        10  Wolfgang  Schon,  “Persons and  Territories: on  the   12 Walter Hellerstein, “Jurisdiction to Tax in the Digital   suatu negara atas transaksi lintas
        International  Allocation of Taxing Rights”,  British  Tax   Economy: Permanent and Other Establishments”,
        Review, (2010): 544                 Bulletin for International Taxation, (2014)  batas  menyebabkan  timbulnya
                                                                                      InsideTax | Edisi 25 | November 2014 9
   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14