Page 7 - InsideTax Edisi 30th (Menyasar Pajak Orang Kaya)
P. 7

insideheadline



                                   Tabel 1 – Realisasi Penerimaan Pajak Triwulan I 2015 (Miliar Rupiah)

                                                                                    Realisasi s.d. 31 Maret
                                                                 Target ∆%
         No          Jenis Pajak        Realisasi    APBN-P      2014-2015     2014      2014 - 2015  2014 - 2015
                                                                                                         ∆%
                                                                                            ∆%
                                          2014
                                                       2015
                                                                    2014

          A   PPh Non Migas             458,692.28   629,835.35       37.31  103,866.47   104,905.71           1
              1   PPh Ps 21              105,642.15  126,848.27      20.07    23,996.54   26,544.80        10.62
              2   PPh Ps 22               7,245.46     9,646.44       33.14    1,388.05     1,306.12        -5.9
              3   PPh Ps 22 Impor        39,456.01     57,123.73      44.78    11,443.46  10,304.63        -9.95
              4   PPh Ps 23               25,513.43   33,478.95       31.22    5,687.75    6,238.58         9.68
              5   PPh Ps 25/29 OP         4,724.82     5,215.08       10.38    2,184.66    2,371.00         8.53
              6   PPh Ps 25/29 Badan    149,280.83  220,873.59        47.96   34,740.62    29,639.91      -14.68
              7   PPh Ps 26              39,446.58    49,778.95       26.19    6,096.93    6,395.87          4.9
              8   PPh Final              87,293.80  126,804.50        45.26    18,318.46  22,095.66       20.62
                  PPh Non Migas
              9                               89.2       65.84        -26.19       9.99         9.13       -8.57
                  Lainnya
          B   PPN dan PPnBM             408,995.74   576,469.17       40.95   85,150.04   83,083.98        -2.43

              1   PPN Dalam Negeri      240,960.73   338,192.39      40.35    46,102.02    47,419.50        2.86
              2   PPN Impor             152,303.69  207,509.79        36.25   35,148.78   32,339.88        -7.99
              3   PPnBM Dalam Negeri     10,240.45    19,348.56       88.94    2,232.80    2,100.86         -5.91
              4   PPnBM Impor             5,335.90    10,751.94       101.5    1,607.80     1,137.60      -29.24
              5   PPN/PPnBM Lainnya         154.97      666.49      330.06       58.64         26.13      -55.44
          C   PBB                         23,475.71   26,689.88       13.69     795.49       321.24       -59.62
          D   Pajak Lainnya                6,293.13    11,729.49      86.39     1,238.96    1,137.30       -8.21

         Total A + B + C + D            897,456.86 1,244,723.88       38.69  191,050.96   189,448.23       -0.84

         Sumber: http://www.pajak.go.id/content/realisasi-penerimaan-pajak-triwulan-i-2015

        mendeteksi penggelapan  pajak yang  satunya Indonesia.                    Lantas, cara apa yang akan
        mungkin dilakukan oleh HWI.            Dalam laporan ini digambarkan    digunakan oleh  otoritas pajak untuk
                                            bahwa populasi dan kekayaan HWI di   menggali  potensi  tersebut?  Ada
        Kondisi dan Penerimaan Pajak        Indonesia terus mengalami peningkatan   baiknya, kita mengenal terlebih dahulu
        HWI                                 setiap tahun mulai dari tahun 2008   karakteristik  HWI dan  hal-hal  apa
                                                                                saja  yang  membuat  HWI  mendapat
           Pengelolaan  pajak  bagi   HWI   hingga 2013. (Lihat Gambar 1).      perlakuan khusus dari otoritas pajak.
        memang menjadi tantangan tersendiri   Laporan  tersebut juga  mencantumkan
        bagi setiap negara, termasuk Indonesia.  bahwa Indonesia merupakan salah satu   HWI dan Otoritas Pajak
        Hal  ini dapat dilihat dari penerimaan   negara  yang  memiliki pertumbuhan
        PPh OP sepanjang triwulan pertama   populasi HWI di atas rata-rata selain   Salah satu kelompok WP OP yang
        2015 yang  masih  lebih rendah  dari   Taiwan, Thailand, Tiongkok, dan  memiliki tingkat kepentingan yang tinggi
        pendapatan PPh Badan, sebagaimana   Hongkong. 3                         adalah HWI, yaitu WP yang tergolong
                                                                                                                4
        dijelaskan dalam Tabel 1.              Oleh karena itu, dapat disimpulkan   kaya atau berpenghasilan tinggi.
           Dari  Tabel 1 tersebut,  penerimaan   bahwa  potensi penerimaan pajak  dari   Meskipun HWI biasanya berada dalam
                                                                                jumlah  yang  kecil,  namun sepertinya
        pajak dari HWI tampaknya belum      HWI di Indonesia masih  dapat digali   menjadi suatu tantangan tersendiri
        optimal. Padahal, hasil penelitian yang   lebih  dalam  karena populasi dan   bagi otoritas pajak di berbagai negara.
        dilaporkan dalam Asia-Pacific Report   kekayaan HWI yang terus meningkat.   Hal tersebut disebabkan HWI memiliki
        2014    menunjukkan    peningkatan
        jumlah  populasi dan  kekayaan  HWI
        dari berbagai negara di Asia, salah   3. Capgemini dan RBC Wealth Management, “2014   4. Matthijs Alink dan Victor van Kommer, Handbook on
                                            Asia-Pacific Wealth Report,”  Wealth Report Series
                                                                                Tax Administration, (The  Netherlands: IBFD, 2011),
                                            (2014): 5-7.                        279.
                                                                                          InsideTax | Edisi 30 | April 2015 7
   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12