Page 8 - InsideTax Edisi 31st (Manfaatkan Pengampunan Sanksi!)
P. 8

insideheadline


        upaya  mendorong efektivitas  tax  Justifikasi Reinventing Policy       merupakan faktor yang  signifikan
        amnesty.  Hal ini dilakukan melalui                                     dalam   meningkatkan   penerimaan
        praktik “naming and shaming” setelah  Kinerja Ditjen Pajak              pajak karena otoritas pajak berbentuk
        program tax amnesty berakhir, melalui   Program   sunset  policy  2008  SARA memiliki kemampuan yang lebih
        publikasi  daftar nama dan jumlah   nampaknya tidak terlalu berhasil dalam   baik dalam memobilisasi penerimaan
        utang pajak mereka yang tidak ikut   meningkatkan  kepatuhan pada jangka   pajak. 22  Kemampuan  mobilisasi
        berpartisipasi dalam program  tax   panjang. Indikasinya terlihat pada rasio   penerimaan pajak yang lebih baik
                16
        amnesty.  Sementara, mereka yang    penerimaan pajak terhadap PDB yang   ini disebabkan oleh banyak hal,
        berpartisipasi dalam program  tax   terus menurun, meskipun jumlah SPT   diantaranya, kemampuan memperoleh
        amnesty  tidak dipublikasikan. Pada   yang disampaikan mengalami kenaikan.   informasi,  penambahan  anggaran
        tax  amnesty  tahun  1993 di  Irlandia,   Hal  ini  tidak terlalu mengherankan   (termasuk anggaran untuk pengawasan
        praktik “naming and shaming” ini juga   mengingat upaya menjaga probability of   dan deteksi), serta penambahan jumlah
        diterapkan, tetapi kemudian  jarang   detection-pun kelihatannya tidak terlalu   pegawai.
        digunakan dalam program  voluntary   berhasil  dilakukan jika  berpedoman   Badan  Penerimaan  Pajak    akan
        disclosure di tahun 1999. 17        pada proporsi pemeriksaan khusus  mendapatkan  perluasan kewenangan
                                                                     20
           Slogan  untuk   memperkenalkan   yang  dilakukan Ditjen Pajak.   Situasi  untuk memperoleh atau mengumpulkan
        kebijakan pengampunan pajak juga  pajak  yang  akan dihadapi  oleh  Ditjen  informasi, sehingga  berdampak pada
        cukup memainkan peranan penting  Pajak di masa yang akan datang akan  peningkatan efektivitas dan efisiensi
        dalam mengajak WP mengikuti program  lebih menantang. Untuk itu, diperlukan  dalam  memobilisasi  penerimaan.
        pengampunan ini, dan sebagai sarana  terobosan baru dari Ditjen Pajak.  Dengan semakin mudahnya otoritas
        untuk menyampaikan pesan bahwa         Saat ini, kinerja Ditjen Pajak   pajak memperoleh dan mengumpulkan
        otoritas pajak tidak akan menerima   mulai terlihat lebih  tegas. Dapat   informasi di masa  yang  akan  datang,
        perilaku noncompliance di masa yang   dilihat  dari  penegakkan  hukum  maka  kebijakan penghapusan  sanksi
        akan datang. Publikasi yang luas juga   yang  mulai  digalakkan  dengan  ini sebaiknya dimanfaatkan mengingat
        dilakukan oleh pemerintah India dalam   pemberlakuan  gijzeling bagi para   semakin  besarnya  probability  of
        program  tax amnesty di tahun 1997   pengemplang pajak. Namun demikian,   detection di masa yang akan datang.
        melalui berbagai bentuk  publikasi   hal tersebut  harus ditopang dengan   Penambahan    jumlah   pegawai
        yang masif di media. Bahkan, otoritas   upaya  penegakan hukum lain untuk  sebagai bagian menuju terbentuknya
        pajak India menjalin kerjasama dengan   meningkatkan probability of detection  Badan  Penerimaan  Pajak  akan
        perusahaan  komunikasi swasta  dalam   yang lebih intensif, misalnya dengan  menyebabkan Ditjen Pajak memperoleh
        mengampanyekan program ini.         meningkatkan frekuensi pemeriksaan  tambahan   sumber    daya   dalam
                                   18
           Karena itu, tidak  salah juga jika  di  luar  pemeriksaan rutin atas  WP  mengadministrasikan  hukum  pajak.
        program pengampunan sanksi kali  yang mengajukan restitusi. Program  Dengan begitu,  di masa  yang  akan
        ini diberikan slogan yang tepat dan  pertukaran informasi,  baik  dalam  datang,  otoritas pajak akan memiliki
        mudah diingat oleh WP sehingga akan  tataran nasional maupun internasional,  pasukan yang  lebih  banyak  dalam
        mendorong mereka untuk berpartisipasi.  juga  akan  lebih  diintensifkan untuk  melakukan  pengawasan  terhadap
        Dengan kata lain, slogan yang tepat  memobilisasi penerimaan pajak.     perilaku  noncompliance. Akibatnya,
        yang digunakan sebagai tagline dalam   Transisi Menuju Badan Penerimaan   peluang  terdeteksinya  perilaku
        kampanye program pengampunan turut   Pajak                              noncompliance  di masa  yang  akan
        memengaruhi psikologis  WP untuk                                        datang semakin besar.
        mau  mengikuti program  penghapusan    Pemerintah merencanakan untuk      Penambahan anggaran sebagai
        sanksi. Slogan  yang  digunakan dalam  mengubah  institusi pemungut pajak   strategi menuju Badan Penerimaan
        kampanye    program  pengampunan    menjadi  Semi-Autonomous Revenue    Pajak  yang  otonom merupakan faktor
        pajak di beberapa negara bagian di  Authority  (SARA)   yang   bersifat  lainnya yang berpengaruh kepada
        Amerika Serikat  antara  lain:  “Get  us  independen. 21  Dengan  demikian,  probability of detection di masa yang
        before we get you” (California), “Pay  Ditjen Pajak akan bertransformasi   akan datang.  Peningkatan anggaran,
        now or pay later” (Minnenosta), “Don’t  menjadi Badan Penerimaan Pajak yang   misalnya untuk membangun teknologi
        say we didn’t warn you”  (Colorado),  bersifat otonom.  Dengan  penguatan   informasi  di  otoritas pajak,  akan
        “We have got your number, have you  kelembagaan  ini,  Ditjen Pajak  akan   mempermudah pelayanan bagi WP dan
                                            mendapatkan tambahan kewenangan
        got ours?” (New Mexico). 19                                             sekaligus juga menghadirkan informasi
                                            dalam mengelola anggaran, sumber    WP secara transparan di hadapan
                                            daya manusia, dan organisasi.       otoritas pajak. Penggunaan anggaran
        16. Ibid. 64                           Dari studi empiris  yang dilakukan
        17. Ibid, 64-65.                    oleh Kristiaji dan Poesoro, kelembagaan
        18.  Benno Torgler dan  Christoph  A.  Schaltegger,  “Tax               22. B.Bawono Kristiaji dan Adri Poesoro, “Studi Empiris:
        Amnesties in  Switzerland and  Around the  World,”  Tax                 Kelembagaan  sebagai  Faktor Utama Pencapaian
        Notes International, (2005): 1194.                                      Penerimaan Pajak,”  InsideTax  Edisi  18,  (2013).
        19. John Hasseldine, “Tax Amnesties: An International   20. Lebih lengkap lihat Kristian Agung Prasetyo “Sunset   Lihat juga B.Bawono Kristiaji dan Adri Poesoro,  “The
        Review”, sebagaimana dikutip oleh Jacques Malherbe,   Policy (Lagi): Perlukah?”  Myths and Realities of  Tax Performance under Semi-
        Tax  Amnesties,  (the Netherlands: Kluwer Law   21. Lihat http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/focus/  Autonomous Revenue Authority,  DDTC  Working Paper
        International, 2011), 150.          selamat-tinggal-direktorat-jenderal-pajak-2363/all  Series No 0213, (2013).
        8  InsideTax | Edisi 31 | Mei 2015
   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13