Page 12 - InsideTax Edisi 32nd (Perang Tarif Pajak Korporasi)
P. 12

insideheadline


           multinasional yang bergerak di   Tabel 4 - Peringkat Negara ASEAN dalam Kemudahan Berbisnis 2014 dan 2015
           bidang elektronik melobi pemerintah
           untuk  memberikan insentif pajak         Negara                  2014                   2015
           berupa pembebasan PPh Badan agar   Singapura                       1                      1
           perusahaan  tersebut mendirikan   Malaysia                         20                     18
           pabriknya di Indonesia. Perusahaan    Thailand                     28                    26
           elektronik tersebut akhirnya  tidak
           memilih Indonesia sebagai lokasi   Brunei Darussalam               98                    101
           investasinya,  melainkan memilih   Vietnam                         72                    78
           untuk  menambah investasinya di   Indonesia                        117                   114
           pabrik yang sudah lebih dulu ada di   Kamboja                     134                    135
           Malaysia.
                                             Filipina                         86                    95
           D. Administrative Competition
                                             Laos                            155                    148
           Selain melalui penurunan tarif    Myanmar                         178                    177
           PPh Badan dan perluasan insentif
           pajak,  kompetisi  pajak   juga  Sumber: World Bank, “Doing Business 2015: Going Beyond Efficiency”, A World Bank Group
           dapat terjadi dalam hal layanan   Flagship Report, (2014)
           administrasi pajak   dalam  rangka
                           28
           meminimalisasi biaya  kepatuhan     mematuhi peraturan perpajakan.        Cara yang dilakukan di banyak
           dan     sekaligus   memberikan      Peringkat Indonesia sendiri dalam   negara dalam rangka mencapai
           kepastian  hukum.   Penggunaan      pertimbangan faktor pajak sebagai   stabilitas jumlah  penerimaan  dan
           tax ruling merupakan salah  satu    kemudahan  berbisnis ada  pada     sekaligus mengantisipasi penurunan
           contoh dari kompetisi ini. Misalnya,   peringkat 160, di bawah Malaysia   tarif PPh Badan adalah dengan
                                                                                                               32
           transfer  pricing  ruling  yang     (32), Filipina (127), Singapura (5),   perluasan  basis  pemajakan.
           dikeluarkan oleh  Irlandia kepada   Thailand  (62),  dan  sedikit di  atas   Perluasan basis pemajakan tersebut
           Apple, Belanda kepada Starbucks,    Vietnam (173).                     dilakukan dengan  mempersempit
           dan Luxemburg kepada Fiat, terkait                                     cakupan insentif pajak dan  tax
           perhitungan penghasilan kena pajak  Kebijakan Pajak untuk Menarik      expenditure  lainnya.
                                                                                             33
           yang dikenakan di negara tersebut   Investasi                             Lantas, jika dihadapkan dengan
           masing-masing   yang   akhirnya     A. Tarif PPh Badan Rendah Vs.      dua pilihan antara menurunkan tarif
           menyebabkan Komisi Uni Eropa        Insentif Pajak                     PPh Badan dan memperluas insentif
           melakukan investigasi atas praktik                                     pajak, maka pilihan manakah
           ini. 29                                Sebagaimana   dikabarkan  di    yang diambil oleh investor? Secara
                                               berbagai  media,  pemerintah telah
           Selain itu, faktor pajak dalam      melontarkan wacana  penurunan      umum,    best   practices  yang
           memengaruhi   keputusan   untuk     tarif PPh Badan dari 25% menjadi   diterapkan di banyak negara adalah
           berinvestasi juga dapat dilihat dari   18% yang rencananya akan diubah   menurunkan  tarif PPh Badan
           perspektif kemudahan berbisnis      melalui revisi Undang-Undang PPh di   dan mengurangi cakupan insentif
                                                                                        34
           (ease of doing business). Dari survei   tahun 2016 nanti. Meskipun belum   pajak.  Hal ini akan mendorong
           Bank Dunia tentang kemudahan        dapat dipastikan akan terealisasi,   sistem pajak yang bercirikan broad
           berbisnis  di berbagai negara (lihat   namun kebijakan ini tentunya telah   base-low  rate,  sehingga  akan
           Tabel  4),  Indonesia  menempati    mengundang perhatian publik, baik   menjaga  keseimbangan   antara
           peringkat 114 pada  tahun 2015      dari pemerintah sendiri, akademisi,   jumlah penerimaan dan investasi.
           naik dari peringkat  117 di tahun   maupun wajib pajak.                B. Sistem Pajak yang Kompetitif
           sebelumnya.  Di antara negara-
                      30
           negara ASEAN lainnya, Indonesia        Di tahun 2015  ini,  pemerintah    Setiap  negara  berusaha  untuk
           berada di peringkat 7 dalam         juga  telah  merevisi ketentuan    menjadi   negara   yang   paling
           memberikan  kemudahan berbisnis.    insentif  pajak  dan  berencana    kompetitif dibandingkan dengan
                                                                                                 35
           Faktor pajak yang dipertimbangkan   untuk  merevisi aturan insentif    negara lainnya.  Namun, jika
           dalam survei ini diantaranya adalah   pajak lainnya (tax holiday). Secara
           frekuensi pembayaran pajak  dan     normatif,   pemberian   insentif  32. Lihat Richard M. Bird, “The BBLR Approach to Tax
           waktu yang dihabiskan untuk         pajak  semestinya dikompensasi   Reform in Emerging Countries”,  University  of Toronto,
                                               dengan tarif pajak yang lebih tinggi   (Agustus, 2008).
                                                                                33. Lihat Darussalam dan Bawono Kristiaji, “Tax
                                               dalam rangka mencapai jumlah     Expenditure atas Pajak Penghasilan: Rekomendasi bagi
        Paper, (2001): 30-31.                  penerimaan yang ditargetkan.     Indonesia”,  DDTC Working Paper 0814, (2014).
                                                                        31
        28.  Jeffrey  Owens, “Tax Competition to Welcome or                     34.  OECD,  “Tax  Incentives for  Investment-A Global
        Not?”, Tax Law Review, (2012): 111.                                     Perspective: Experiences in MENA  and Non-MENA
        29. Lihat  http://europa.eu/rapid/press-release_IP-14-                  Countries”, (2007): 18; Lihat juga OECD, “Tax Effects
        663_en.htm.                                                             on Foreign Direct Investment”, OECD Tax Policy Studies,
        30. World Bank, “Doing Business 2015: Going Beyond   31. OECD, “Choosing Broad Base -  Low Rate Approach   (2007).
        Efficiency”,  A  World  Bank  Group  Flagship  Report,   to Taxation”, OECD Tax Policy Studies, No.19, (2010):   35. Secara internasional, daya saing suatu negara tidak
        (2014).                             11.                                 hanya ditentukan oleh faktor pajaknya saja, tetapi juga
       12  InsideTax | Edisi 31 | Mei 2015
   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16   17