Page 6 - InsideTax Edisi 32nd (Perang Tarif Pajak Korporasi)
P. 6

Pajak dalam Kompetisi
            Pajak dalam Kompetisi



                      Merebut Investasi
                      Merebut Investasi





                                                          Oleh:
                                     Ganda C. Tobing & Awwaliatul Mukarromah



























                                                                                   Pendahuluan
                                                                                   Indonesia    disinyalir   akan
                                                                             menurunkan tarif Pajak Penghasilan (PPh)
                                                                           Badan dari 25% menjadi 18%.  Rencana
                                                                                                        1
                                                                        pemerintah memangkas  tarif  PPh  Badan
                                                                      tersebut bertujuan agar perusahaan-perusahaan
                                                                   di Indonesia tidak memindahkan operasinya ke luar
                                                                 negeri seperti Singapura, sebab selama ini banyak
                                                              investor dalam negeri yang memarkir  dananya di negara
                                                            tetangga tersebut.  Tarif PPh Badan Singapura yang saat
                                                                            2
                                                         ini sebesar 17%  memang  jauh  lebih  rendah  jika  dibandingkan
                                                       Indonesia yang sebesar 25% .
                                                                               3
                                                      Meskipun wacana penurunan tarif PPh Badan tersebut belum dapat
                                                 dipastikan, rencana kebijakan ini cukup  menarik  untuk  dikaji karena
                                               berkaitan dengan isu kompetisi pajak  (tax  competition) di antara negara-
                                             negara ASEAN. Kompetisi pajak seringkali disebut sebagai suatu kekuatan yang
                                          mendorong pemerintah di banyak negara untuk berlomba-lomba menurunkan tarif
                                        PPh Badan di negaranya (race to the bottom).  Tidak dapat dipungkiri bahwa isu
                                                                                  4
                                      kompetisi pajak ini telah memberikan pengaruh tersendiri bagi pemerintah di berbagai
                                    negara dalam merancang kebijakan perpajakannya, terutama dalam mendorong masuknya
                                  investasi ke negaranya.
                                  Selain isu tarif PPh Badan dalam mempengaruhi keputusan investasi, adanya berbagai
                             insentif pajak yang ditawarkan oleh pemerintah di masing-masing negara juga ikut berpengaruh
                           bagi perusahaan dalam memutuskan di negara mana mereka akan berinvestasi. Di samping


                        1. Bisnis Indonesia, “Opsi Kemungkinan Penurunan Tarif Pajak: PPh Badan Maksimal 18%”, edisi cetak Senin, 25 Mei 2015. Lihat juga http://bit.
                        ly/1U2wzcw.
                        2. Lihat http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20150512191305-78-52898/menkeu-penurunan-pph-badan-baru-dilakukan-tahun-depan/
                        3. Lihat http://www.kpmg.com/global/en/services/tax/tax-tools-and-resources/pages/corporate-tax-rates-table.aspx.
                        4. S.M. Ali Abbas dan Alexander Klemm, “A Partial Race to the Bottom: Corporate Tax Developments in Emerging and Developing Economies”, IMF
                        Working Paper, No. WP/12/28 (2012): 3.
   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11