Page 9 - InsideTax Edisi 36th (Tren, Outlook, dan Tantangan Perpajakan 2016: Apa Kata Mereka?)
P. 9

suarapengamat



                ebagai sosok yang telah lama menekuni dunia pajak dan mempunyai latar belakang
                pendidikan pajak, Darussalam sangat concern dengan permasalahan kepatuhan pajak.
           SMenurutnya, kepatuhan pajak merupakan inti permasalahan dari penerimaan negara yang
           stagnan. Dalam hal ini diperlukan suatu perubahan pendekatan sebagai upaya dalam mengatasi
           masalah kepatuhan pajak. Caranya adalah dengan membangun kerangka baru kepatuhan pajak
           yang memberikan kepastian hukum, berkeadilan, melibatkan partisipasi Wajib Pajak (WP), dan
           dapat diprediksi. Kerangka kepatuhan pajak ini berlandaskan enhanced relationship di antara
           otoritas pajak, wajib pajak, dan profesi konsultan pajak.


        Refleksi 2015                       juga  memiliki  bobot  yang  penting,  patuh dijadikan target dan diperlakukan
                                            khususnya mengenai indikator kualitas  layaknya penjahat, di mana otoritas
           Dari berbagai alternatif sumber
        pembiayaan   pembangunan,    peran  pelayanan kepada WP. Mengapa  pajak  berperan  sebagai  polisinya.
        penerimaan  pajak  menjadi  tulang   kualitas pelayanan? Sederhana saja   Kerja otoritas pajak fokus terhadap
        punggungnya. Walaupun pajak menjadi   jawabannya, karena kualitas pelayanan  upaya  untuk  mendeteksi  dan
        tulang punggung negara, namun       akan mencerminkan bagaimana cara    memberikan  efek  jera,  dan  biasanya
        perhatian kita untuk membangun sistem   pandang  otoritas  pajak  terhadap  WP.  dilakukan melalui  blanket auditing.
        pajak di Indonesia sangat bertolak   Untuk itu, diperlukan suatu terobosan  Saat itu, pemeriksaan menjadi strategi
        belakang dengan pentingnya peran    untuk mengukur kinerja otoritas pajak  utama  yang  bersifat  konfrontatif.
        pajak.  Untunglah  di  pemerintahan   tidak semata-mata atas pencapaian  Keberhasilan  pegawai  pajak diukur
        baru sekarang ini, ada perhatian yang   target (Lihat Tabel 1). Dengan demikian,  dari seberapa banyak penerimaan
        cukup besar untuk membangun babak   tidak tepat remunerasi pegawai otoritas  pajak  yang  dihasilkan  dari  proses
        baru sistem pajak Indonesia yang lebih   pajak hanya diukur atas pencapaian  pemeriksaan, jumlah surat ketetapan
        baik lagi. Darussalam menekankan,   target semata. Terlebih tidak tepat lagi  pajak  yang  diterbitkan,  jumlah
        tanpa  adanya  komitmen  politik  yang   terkait rencana penurunan remunerasi   sengketa di Pengadilan Pajak yang
        kuat dari pemerintah, reformasi pajak   pegawai  pegawai  otoritas  pajak  di  dimenangkan, dan agregat tambahan
        tidak akan tercapai.                tahun  2016  karena  tidak  tercapainya  penerimaan pajak yang dihasilkan.
                                            target 2015, mengingat kenaikan       Pertanyaannya, apakah pendekatan
           Meskipun demikian, perhatian yang   target pajaknya tidak realistis.
        besar dari pemerintah terhadap sektor                                   tradisional  tersebut  masih  relevan
                                                         lanjut
                                                                                diterapkan saat ini di tengah perubahan
                                                                   Darussalam
                                               Lebih
        pajak  tersebut  hendaknya  diletakkan   mengatakan, strategi kepatuhan pajak  dunia  yang  semakin berkembang  dan
        dalam  kerangka  reformasi  pajak
        yang  memiliki  target  jangka  panjang.   dengan  membangun  kerangka  baru  dinamis?  Untuk  dapat  menjawab
                                            kepatuhan pajak akan berpengaruh  pertanyaan  ini,  ada  baiknya  menurut
        Artinya, segala upaya mereformasi
        sistem pajak diletakkan dalam rangka   positif  kepada  stabilitas  penerimaan  Darussalam  untuk  melihat  saran
                                            negara  di  masa  yang  akan  datang.  dari Organisation for Economic Co-
        upaya meningkatkan kepatuhan pajak
        jangka panjang dan tidak terjebak   Membangun     suatu  babak   baru   operation  and  Development  (OECD)
                                            hubungan di antara otoritas pajak,  tentang bagaimana seharusnya strategi
        semata-mata hanya untuk mengejar
        kepentingan   (target  penerimaan)  WP, dan profesi konsultan pajak yang  otoritas  pajak  terkait  dengan  pola
                                            berbasis
                                                      enhanced
                                                                  relationship,  perilaku WP. Untuk menggambarkan
        jangka pendek, apalagi hanya sekedar
        untuk   menutup   shortfall  tahun  merupakan kunci dalam meningkatkan  model  kepatuhan  pajak,  OECD  telah
                                            kepatuhan pajak dan pada akhirnya  mengklasifikasikan perilaku WP ke
        berjalan, demikian pendapat Richard
        M. Bird dan Eric M. Zolt seperti yang   meningkatkan penerimaan pajak.  dalam empat kelompok dan strategi
                                                                                yang harus dilakukan oleh otoritas
        disampaikan oleh Darussalam.        Dari Pendekatan Tradisional         pajak terhadap empat  kelompok
           Tindakan  yang  hanya  dilakukan   Menuju Kerangka Baru              tersebut (Lihat Gambar 1).
        untuk kepentingan target penerimaan
        jangka   pendek   akan   mendorong   Kepatuhan Pajak                      Dari  model,  menurut  Darussalam,
        perubahan orientasi pegawai otoritas   Jika  kita melihat ke belakang,   tampak jelas bahwa otoritas pajak
        Pajak. Indikator kinerja berdasarkan  pada  akhir  pertengahan  abad  ke-  dituntut  untuk  dapat  membuat  suatu
        penerimaan dapat saja akan lebih  20, pendekatan tradisional otoritas   peta (mapping) pola perilaku WP
        diutamakan dibandingkan indikator  pajak di berbagai negara terhadap    dan sekaligus membuat  treatment
        lainnya,  seperti  aspek  pelayanan,  permasalahan  kepatuhan   pajak,  terhadap WP yang tidak berlaku secara
        produktivitas,  ataupun    kualitas  menurut Jeffrey Owens sebagaimana   umum. Adanya ketidakcocokan antara
        pemeriksaan.   Padahal,   menurut   disampaikan  oleh  Darussalam,  lebih   perlakuan otoritas pajak dan pola
        Darussalam,       indikator-indikator  didasarkan pada pendekatan ala militer.   perilaku WP tentu akan menimbulkan
        di luar penerimaan pajak tersebut  Dalam pendekatan ini, WP yang tidak   rasa ketidakadilan yang pada akhirnya
                                                                                justru kontraproduktif terhadap tujuan

                                                                                 InsideTax | Edisi 36 | Edisi Khusus 2015-2016 9
   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14