Page 12 - InsideTax Edisi 38th (Aksi BEPS: Menangkal Penggerusan Basis Pajak)
P. 12

insideheadline


                                       Tabel 2 - Perbandingan Besaran Profit Shifting


          No.             Penelitian                      Ruang Lingkup Analisis           Periode Analisis  Hasil

          1.  Hines and Rice (1994)           US multinationals (pre-tax profit)                1982        2.3
          2.  Huizinga and Laeven (2008)      European Multinationals (EBIT)                    1999         1.3
                                              Estimation on Europe based on average previous empir-
          3.  De Mooij and Ederveen (2008)                                                  Sebelum 2005     1.2
                                              ical studies before 2005 (various levels and forms)*
          4.  Heckemeyer and Overesch (2013)  Consensus estimate (various levels and forms)*   Sebelum 2013  0.8
          5.  Dischinger (2010)               European affiliates (pre-tax profit)           1995 – 2005    0.7
                                              European multinationals, only between parent and their
          6.  Dischinger, Knoll, and Riedel (2014)                                           1995 – 2005    0.5
                                              low-tax affiliates (pre-tax profit)
          7.  Lohse and Riedel (2013)         European multinationals (EBIT)                 1999 – 2009    0.4
          8.  B. Bawono Kristiaji (2015)      Developing Countries                           2005 - 2013     1.2

        Keterangan: *) Meta-analisis didasarkan pada berbagai penelitian yang menggunakan EBIT, laba sebelum pajak,
        EBIT / aset, dll sebagai variabel dependen.
        Sumber: B. Bawono Kristiaji, “Incentives and Disincentives of Profit Shifting in Developing Countries”, (Master thesis., Tilburg University, 2015), 35.

           Dalam penelitian yang dilakukan  kecenderungan  pada perusahaan di  OECD. Kesembilan pembahasan yang
        oleh  Kristiaji  (2015),  dijelaskan  Indonesia untuk  melarikan labanya  diputuskan menjadi fokus dapat dilihat
        beberapa  perbandingan  penelitian-  sebesar 9,6% (1,2% x 8%) ke  di Tabel 3.
        penelitian terdahulu yang mengukur  Singapura,  sehingga  total  laba  yang   Kesembilan bahasan tersebut tidak
        perbandingan besaran  profit shifting  dilaporkan di Indonesia hanya sebesar   menyertakan  transfer pricing. Bukan
        dengan  koefisien  perbedaan tarif  90,4% dari total keseluruhan laba.   karena  transfer pricing  tidak menjadi
        pajak perusahaan terhadap laba yang  Keuntungan yang diperoleh dari adanya   concern, akan tetapi malah justru
        dilaporkan. Meskipun  hasil regresi  perbedaan penetapan tarif pajak inilah   merupakan masalah  yang  besar.  Oleh
        dari penelitian tidak sebanding karena  yang  menjadi  pemicu perusahaan   karena itu UN  membuat pembahasan
        adanya perbedaan metodologi yang  untuk melakukan  profit shifting  ke   mengenai  transfer pricing secara
        digunakan,  periode analisis,  ruang  negara yang memiliki tarif pajak yang   terpisah,  yaitu  dalam  United  Nations
        lingkup analisis, cakupan negara,  lebih rendah, karena akan memperkecil   Practical Manual on Transfer Pricing for
        tingkat keuntungan,  dan  lain-lain;  pajak  yang  harus ditanggung  oleh   Developing Countries.
                                                                                                  19
        hasilnya tampak serupa. Tabel 2 akan  perusahaan.
        menjelaskan perbandingan besaran                                          Untuk merespons  secara efektif
        profit  shifting  berdasarkan  hasil  Fokus Aksi bagi Negara            tantangan  BEPS,   maka    penting
        penelitian empiris sebelumnya.      Berkembang                          bagi suatu negara untuk  menyadari
                                                                                bagaimana  pengaruh sistem pajak
           Pada  umumnya  estimasi untuk       Mengingat pentingnya masalah  domestik terhadap negara lain dan juga
        menghitung  profit shifting  dilihat  dari   BEPS bagi negara-negara berkembang,  bagaimana  pengaruh  peraturan pajak
        data mikro yang berdasarkan pada    dari ke-15 BEPS  action  plan  yang  negara lain terhadap sistem pajak
        bagaimana  peranan perbedaan tarif   dilaporkan dalam  final  report  OECD,  domestik.
                                                                                        20
        pajak suatu negara dapat memengaruhi   disimpulkan  sembilan pembahasan
        suatu perusahaan untuk mengurangi   yang menjadi  concern bagi negara     Berikut penjelasan  mengenai  aksi
        laba yang dilaporkan. Sebagai contoh,   berkembang tertuang dalam Financing   mana saja  yang  menjadi fokus bagi
        berdasarkan prinsip elastisitas, hasil   for Development Office (FfDO) project.    negara  berkembang yang  ditercantum
                                                                            18
        penelitian dari Kristiaji (2015), dapat   Project yang digagas oleh UN ini akan   dalam UN Handbook:
        dikatakan bahwa  1% perbedaan tarif   melengkapi pekerjaan OECD dengan
        pajak di suatu negara akan mengurangi   pembahasan  fokus aksi  perlindungan
        1,2% dari laba yang dilaporkan oleh   basis pajak  bagi  negara  berkembang,   19. Hal ini juga dijelaskan dalam UN Handbook on
                                                                                Selected Issues in Protecting the Tax Base of Developing
        perusahaan. Sebagai contoh, perbedaan   yang belum disebutkan dalam laporan   Countries. Bahwa  pembahasan  didalam  Chapter  1:
        tarif pajak Indonesia dengan Singapura                                  Protecting  the Tax Base of Developing Countries:  an
                                                                                Overview, tidak termasuk penjelasan aksi terkait transfer
        sebesar 8%, hal ini berarti terdapat                                    pricing, yang mana dalam hal ini penjelasan mengenai
                                            18. Kesembilan fokus  ini merupakan proyek yang  kaitan antara transfer pricing dan BEPS dibuat dalam
                                            dijalankan oleh  FfDO  yang  termasuk ke  dalam  United  cetakan revisi dari “United Nations Practical Manual on
        “Analysis GAAR: Challenging Assumptions” www.  Nations Department of Economic and Social Affairs.  Transfer Pricing for Developing Countries”.
        taxjournal.com, 27 September 2010; atau lihat di   FfDO melakukan proyek ini untuk menyempurnakan dan   20. Hugh J. Ault dan Brian J. Arnold, “Protecting
        Rebecca Prebble dan John Prebble, “Does the Use of   melengkapi pembahasan BEPS oleh OECD. Proyek ini  the Tax Base of  Developing Countries: an Overview,”
        General Anti-Avoidance Rules to Combat Tax Avoidance   difokuskan pada sejumlah isu yang menjadi perhatian  dalam United Nation Handbook on Selected Issues in
        Breach Principles  of the Rule of Law? A Comparative   utama bagi negara  berkembang,  tetapi tidak terbatas  Protecting the Tax Base of Developing Countries, ed.
        Study,” Saint Louis University Law Journal, 55, no. 21   pada hal yang tercakup dalam OECD, dan disebut  Alexander Trepelkov, Harry Tonino dan Dominika Halka,
        (2010): 21-46.                      sebagai FfDO Project.               (New York: United Nation, 2015), 8.

        12  InsideTax | Edisi 38 | Mei 2016
   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16   17